Komentar Iwan Dwi Laksono, Mantan Ketum LMND 2002–2006
Jamaninfo.com, Nasional – Menanggapi konflik verbal antara Arief Rosyid Hasan, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 2013–2015) yang memberikan tanggapan tegas terhadap sindiran dari Muhaimin Iskandar alias “Cak Imin”, Ketua Umum PKB sekaligus Menko PMK dimana Sindiran tersebut muncul saat acara pengukuhan PB IKA PMII periode 2025–2030 di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu malam (13 Juli 2025), di mana Cak Imin menyatakan:
“Kalau ada yang tak tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII, pasti itu HMI.”
Iwan Dwi Laksono, yang pernah menjabat Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND, 2002–2006), turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa PMII, HMI, dan OKP lainnya sejatinya adalah sesama unsur bangsa yang memiliki tujuan bersama: menguatkan dan memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.
Menurut Iwan, meskipun tiap organisasi memiliki karakter dan pendekatan berbeda, semuanya punya peran signifikan dalam dinamika demokrasi, intelektual, dan moral bangsa. Ia menegaskan bahwa kompetisi antar-OKP seharusnya bersifat konstruktif, bukan destruktif, dan diarahkan untuk memperkaya gagasan kebangsaan.
Iwan Dwi Laksono mengingatkan bahwa sesama OKP harus saling menguatkan, bukan merendahkan, demi kemajuan bangsa.
“Permasalahan ini membuka peluang untuk refleksi bersama di kalangan mahasiswa dan alumni OKP. Apakah keberagaman pendekatan organisasi hanya sebagai variasi strategi, atau justru dipakai untuk merendahkan?”,tegas Iwan.
Iwan Dwi Laksono yang juga Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) menyoroti pentingnya sejarah, etika publik, dan semangat persaudaraan dalam hubungan antar-OKP. Ia mengajak agar perbedaan dijadikan dasar pembangunan ide dan gerakan, bukan konflik identitas.(*)






