Home Nasional KSP Ajak Anak Muda Optimistis Songsong Indonesia Maju

KSP Ajak Anak Muda Optimistis Songsong Indonesia Maju

27
0
SHARE
-

Pada tahun 2045, saat Indonesia akan berusia 100 tahun, pemegang tampuk kekuasaan serta pemangku kepentingan produktif Indonesia berada di tangan generasi yang saat ini kita sebut sebagai ‘Millennial’.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa generasi muda yang kini berusia 15-29 tahun berjumlah 64.938.700 jiwa, atau sekitar 25 persen dari penduduk Indonesia.

Maka dari itu, lanjutnya, Presiden Joko Widodo memiliki perhatian yang besar kepada generasi milenial. “Itulah mengapa pemerintah menganggap penting generasi milenial, karena sangat berperan bagi kelangsungan bangsa ini. Kepada anak-anak muda inilah kelak kepemimpinan di negeri ini kami titipkan,” katanya saat menjadi pembicara pada Indonesia Millenial Summit di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (19/1).

Moeldoko menyampaikan, sejalan dengan signifikansi kuantitas generasi muda tersebut, dari segi kualitas, Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan memberikan arahan agar generasi muda menjadi fokus dalam menjadi mitra membangun bangsa.

“Presiden Jokowi menyatakan, di mana ada perubahan, di situ ada peran anak muda. Selain itu, generasi muda harus menjadi agen perubahan serta agen toleransi dan perdamaian,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia mengajak kepada generasi millenial untuk selalu optimistis dalam menatap masa depan bangsa ini. “Saya yakinkan kita memiliki resources, baik dari segi sumber daya alam maupun SDM. Indonesia akan menjadi bangsa yang maju,” tandas Moeldoko.

Moeldoko memaparkan, berbagai lembaga survei Internasional telah melakukan prediksi atas kemajuan Indonesia, seperti surbei Mc Kinsey yang memprediksi Indonesia berada pada peringkat ketujuh untuk PDB tertinggi di dunia pada tahun 2030.

Prediksi serupa juga dikeluarkan oleh Price Waterhouse Cooper  (PWC) di mana Indonesia diprediksi akan menjadi negara kelima dengan PDB tertinggi di tahun 2030 bahkan peringkat keempat pada tahun 2050.

“Lalu apakah masih pantas jika kita yang masyarakat Indonesia nya sendiri justru malah pesimis menatap masa depan bangsa kita? Sungguh ironi!” tukasnya.

Menurut Moeldoko, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi semata-mata demi pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia. Presiden ingin rangkaian pulau, laut, dan udara Indonesia bisa saling terhubung, sehingga negara kita bisa semakin bergerak maju. 

“Selama ini kita hanya menyanyi, ‘sambung menyambung menjadi satu’, tapi di zaman Pak Jokowi inilah lagu itu bisa terealisasi,” ungkapnya.

Moeldoko menuturkan bahwa hingga 2018, Pemerintah sudah membangun 3432 KM jalan, 10 bandara baru, serta 19 pelabuhan baru. Hal ini dilakukan demi mengubah paradigma pembangunan dari javacentris menjadi Indonesia Centris.

“Presiden Jokowi berharap tidak hanya masyarakat di kota yang dapat merasakan manfaat pembangunan, tetapi juga masyarakat desa dan daerah terpinggir,” jelasnya.

Editor: Eva Ulpiati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here