Home Nasional Pemerintah Bangun 134 Jembatan Gantung Tingkatkan Konektivitas Antardesa

Pemerintah Bangun 134 Jembatan Gantung Tingkatkan Konektivitas Antardesa

45
0
SHARE
Kredit foto: http://jateng.tribunnews.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas antardesa yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini juga merupakan salah satu terobosan dalam meningkatkan akses penghubung antardesa sekaligus memberikan dorongan terhadap perkembangan ekonomi di pedesaan.

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga menargetkan membangun 134 jembatan gantung dengan panjang antara 42-120 meter yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Ditargetkan, 50 unit jembatan gantung akan rampung bulan November 2018, sementara 84 lainnya pada bulan Desember 2018. Adapun anggaran untuk pembangunan jembatan-jembatan gantung tersebut adalah sebesar Rp 770,5 miliar.

Pembangunan jembatan gantung merupakan salah satu implementasi Nawacita ketiga Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Kehadiran jembatan gantung ini nantinya akan memperkuat wilayah pedesaan maupun kawasan terpencil yang dipisahkan oleh kondisi alam seperti sungai, lereng, bukit, ataupun jurang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jembatan gantung sangat dibutuhkan dan disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata.

“Jembatan gantung sangat dibutuhkan dan kehadirannya disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata. Ini untuk menggantikan (jembatan) yang (seperti) Indiana Jones,” katanya.

Pembangunan jembatan gantung sendiri menggunakan perancangan desain yang matang, mulai dari pemilihan material hingga penerapan teknologi yang berkualitas. Penggunaan material jembatan gantung seperti material baja, kabel, dan baut juga menggunakan produk lokal dalam negeri yang dibuat di Indonesia.

“Dapat dipastikan material yang digunakan dalam pembangunan jembatan gantung merupakan material produksi dalam negeri,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, kehadiran pembangunan jembatan gantung selain bermanfaat dalam hal konektivitas, juga akan memangkas waktu tempuh masyarakat yang beraktivitas di desa-desa yang terhubung jembatan gantung.

“Nantinya, warga di suatu desa tidak perlu memutar jalan yang cukup jauh untuk menyebrang ke wilayah yang ingin dituju. Kita pahami betul kebutuhan masyarakat desa,” ujarnya.

Sugiyartanto menambahkan, semakin meningkatnya kebutuhan pembangunan jembatan gantung, semakin banyak juga stakeholder seperti Kementerian/Lembaga dan LSM yang turut serta mendukung Kementerian PUPR untuk membangun di wilayah lain yang belum terjangkau keberadaan jembatan gantung.

“Hal ini juga memberikan kemudahan akses fasilitas umum yang dibutuhkan, seperti akses menuju puskesmas, sekolah, dan tempat ibadah. Kami terus tingkatkan nilai konektivitas, aksesibilitas, juga mobilitas antarwilayah,” tambahnya.

Sebelumnya, pada tahun 2015, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 10 unit jembatan gantung, pada tahun 2016 sebanyak 7 unit jembatan gantung, dan pada tahun 2017 sebanyak 13 unit jembatan gantung yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

 

Sumber: https://jpp.go.id

Editor: Rahmawati Alfiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here