Home / Energi / Pemerintah Dorong Sumba sebagai Pulau Ikonis Energi Terbarukan
Sumber foto: www.esdm.go.id

Pemerintah Dorong Sumba sebagai Pulau Ikonis Energi Terbarukan

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menyampaikan bahwa Program Sumba Iconic Island (SII) merupakan contoh bagi daerah-daerah lainnya dalam pengembangan energi bersih dan modern di Indonesia.

Ia berharap, semua stakeholders Program SII dapat mengakselerasi pencapaian target Program SII, berkolaborasi memecahkan permasalahan-permasalahan serta merevitalisasi inisiatif-inisiatif yang belum terselesaikan.

“SII dapat menjadi contoh bagi pengembangan akses energi yang berkeadilan melalui pengembangan EBT dan kolaborasi multi-stakeholders dalam pengembangan akses energi,” ujar Rida saat membuka Rapat Pleno ke-13 Program Pengembangan Pulau Sumba sebagai Pulau Ikonis Energi Terbarukan (SII) di Kuta, Bali, (25/10).

Rida menjelaskan, program SII merupakan program yang diinisiasi sejak 2010 oleh Kementerian ESDM, Kementerian PPN/Bappenas dan Hivos. Pada 2015, Pulau Sumba ditetapkan sebagai Pulau Ikonis Energi Terbarukan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 3051 K/30/MEM/2015 tanggal 1 Juni 2015.

“Beberapa badan usaha saat ini tengah menyiapkan sejumlah proyek energi terbarukan di Pulau Sumba, seperti misalnya PT Hywind dengan PLTB 3 MW di Kadunggul, Sumba Timur,” jelasnya.

Selain program pengembangan energi listrik berbasis EBT, Program SII juga mencakup kegiatan pengembangan non-listrik, seperti Program Biogas Rumah (BIRU) dan pompa air bertenaga surya.

“Sebagai contoh, Program BIRU telah berhasil mengkonversikan bahan bakar untuk memasak yang tadinya memakai tungku kayu bakar menjadi kompor biogas yang memanfaatkan pengolahan kotoran ternak. Selain untuk kompor, sisa pengolahan kotoran ternak berupa cairan bio-slurry dimanfaatkan sebagai pupuk yang menyuburkan tanaman pertanian,” tutur Rida.

Menurut Rida, program ini bertujuan untuk menyediakan akses energi yang dapat diandalkan di Pulau Sumba melalui pengembangan energi terbarukan, yang melibatkan beragam stakeholders baik di level pusat, daerah, maupun internasional, baik institusi pemerintah, non-pemerintah maupun badan usaha.

“Saat ini, institusi-insititusi yang terlibat dalam Program SII antara lain KESDM, Hivos, PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi NTT dan 4 Kabupaten se-Pulau Sumba, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menegah, Kementerian Perempuan dan Pemberdayaan Anak, Kementerian Sosial serta sejumlah institusi pemerintah dan swasta lainnya,” terangnya.

Selain Program SII, terdapat sejumlah program ikonis lainnya, seperti Program Pulau Flores sebagai Pulau Ikonis Panas Bumi dan Program Pulau Bali sebagai percontohan energi bersih.

Pada forum tersebut, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT), Harris memaparkan bahwa rasio elektrifikasi Pulau Sumba telah meningkat dari hanya 24,5% pada 2010 menjadi 50,9% pada 2018.

“Saat ini Pembangkit EBT di Pulau Sumba memiliki total kapasitas terbasang sebesar 9,3 MW. Total investasi dalam Program SII baik listrik maupun non-listrik mencapai Rp 722,4 Milyar,” papar Rida.

 

Sumber: www.esdm.go.id

Editor: Catur Apriliana

About redaksi

Check Also

Menteri ESDM: Listrik di Palu Sudah Pulih Kembali

Menteri energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa kondisi infrastruktur listrik di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *