Home / Pangan / Rumah Pangan Santri: Solusi NU untuk Ketahanan Pangan Nasional
Kredit foto: www.liputan6.com

Rumah Pangan Santri: Solusi NU untuk Ketahanan Pangan Nasional

Nahdlatul Ulama (NU) telah melakukan kerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan sebuah program yang disebut Rumah Pangan Santri.

Kerja sama itu disepakati dan dan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj dengan Direktur Utama Bulog Komisaris Jenderal (purnawirawan) Budi Waseso di Jakarta, Rabu (3/10).

Menurut Said, Rumah Pangan Santri dibuat untuk membantu pemerintah dalam menjamin ketersedian pangan dan harga pangan. Selain itu, hal itu juga bertujuan untuk mengembangkan perekonomian pesantren secara mandiri.

“Secara umum, Rumah Pangan Santri ialah satu gagasan yang berupaya mewujudkan dua tujuan, yaitu menjaga ketahanan pangan nasional dan memberdayakan ekonomi umat. Pesantren ditetapkan sebagai episentrum ekonomi rakyat di daerah,” ujarnya.

Said menjelaskan, Rumah Pangan Santri sesungguhnya merupakan gagasan KH Ma’ruf Amin sewaktu menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar NU. Program itu tak hanya menyediakan kebutuhan pangan dengan kualitas yang baik harga terjangkau, tetapi juga akses permodalan dan pembiayaan usaha melalui perbankan nasional, dan karenanya melibatkan tiga lembaga perbankan, yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, dan Bank BNI Syariah.

“Akses permodalan yang mudah dan cepat bertujuan mendorong pesantren mitra untuk mengembangkan skala usahanya dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi umat di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Dirut Bulog, Komjen (Purn) Budi Waseso menyatakan bahwa dirinya menyambut baik kerja sama antara Bulog dan NU tersebut. “Saya sangat mengapresiasi terhadap inisiasi PBNU dalam menjawab tantangan zaman melalaui program Rumah Pangan Santri ini. Perum Bulog juga siap bersinergi secara profesional dan mendukung program Rumah Pangan Santri, terutama dalam penyediaan komoditi pangan dan pengembangan jaringan secara offline maupun online,” tuturnya. .

Program Rumah Pangan Santri yang sudah diujicobakan di beberapa pesantren, misal, di Pesantren Al Fathaniyah Serang dirasakan banyak membantu pengurus pesantren dalam memenuhi kebutuhan pangan. Melalui Rumah Pangan Santri, kini warung-warung makan di lingkungan pesantren menyediakan komoditas pangan dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. Kehidupan di pesantren pun lebih produktif.

Program Rumah Pangan Santri tidak hanya menjadi fungsi perwujudan ketahanan pangan tetapi juga menjadi fungsi pengembangan ekonomi pesantren dan lingkungannya, dengan menyediakan akses permodalan melalui pembiayaan usaha mikro lewat berbagai bank nasional dan lembaga keuangan lainnya.

Harapannya, masyarakat tidak hanya mendapatkan pangan dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya.

Penandatanganan nota kerja sama NU dengan Bulog itu disaksikan langsung sejumlah pejabat mitra, di antaranya Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Anwar Bashori; Director of Risk Management BRI, Mohammad Irfan; Direktur Teknologi Informasi dan Operasi, Dadang Setiabudi; dan Direktur Pengadaan Bulog Mayor Jenderal Bachtiar.

Hadir pula beberapa petinggi NU, antara lain Wakil Ketua Umum PBNU Prof. Dr. Maksum Mahfoedz, Bendahara Umum Dr. Bina Soehendra, Ketua PBNU Robikin Emhas, Wasekjen PBNU Andi Najmi dan Dr. Ulil Hadrawi.

 

Reporter: Rahmawati Alfiyah

About redaksi

Check Also

Wujudkan Kedaulatan Pangan, Pemerintah Bangun Tiga Bendungan Senilai Rp 8,44 Triliun

Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pembangunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *