Wednesday , November 20 2019
Home / Nasional / ESDM Resmikan Jaringan Gas Bumi di Probolinggo
Jaringan Gas Bumi

ESDM Resmikan Jaringan Gas Bumi di Probolinggo

JamanInfo.com Probolinggo (18/10), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi meresmikan  jarigan gas ( jargas ) bumi untuk rumah tangga di Probolinggo dan Pasuruan, Jawa Timur, Rabu, 16 Oktober 2019.

Peresmian jargas ini, sangat membantu masyarakat untuk  bisa menikmati energi bersih, murah, ramah lingkungan serta efisien. Peresmian dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, dengan melepas  palka atau handel jargas untuk dialirkan ke rumah-rumah warga.

Pembangunan jaringan gas bumi kali ini merupakan bagian dari 74.307 sambungan rumah (SR) jargas yang tersebar di 16 lokasi pada tahun 2019. Pembangunan jargas di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan dibangun dengan dana APBN Tahun Anggaran 2019. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 333.7 K/12/MEM/2015, dan Nomor 119 K/10/MEM/2019.

Rincian pembangunan jargas terbagi 11 sektor, yakni lima sektor di Kabupaten Probolinggo dan enam sektor di Kab.Pasuruan. Berdasarkan rencana kerja, seharusnya jumlah sambungan yang terbangun 8.000 SR. Namun untuk mengakomodir tingginya antusiasme masyarakat terhadap jaringan gas bumi. Maka Ditjen Migas menambah sambungan sebanyak 150 rumah tangga yang sumbernya dari Husky CNOOC Madura.

“Sumber pasokan gasnya berasal dari Husky CNOOC Madura Ltd dengan jumlah volume alokasi gas sebesar 0,2 mmscfd,” tutur Djoko.

Menurutnya, Pemerintah kali ini menugaskan PT Pertamina (Persero) melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk selaku anak perusahaan (sub holding gas bumi). Pembangunan jargas dimulai pada 26 April lalu dengan jangka waktu pengerjaan selama 216 hari atau lebih cepat dari jadwal. Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemda Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan, sehingga pembangunan jargas berjalan lancar, bahkan lebih cepat dari jadwal. Dukungan pemda sangat penting karena berdasarkan pengalaman selama ini, terdapat beberapa kendala non teknis yang berpotensi menghambat pembangunan jargas seperti perizinan, maupun permasalahan sosial yang terjadi pada saat pelaksanaan pembangunan,” tegas Djoko.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto menyebutkan, total sambungan gas rumah tangga yang dibangun menggunakan dana APBN di Jawa Timur hingga saat ini mencapai 66.111 SR. 

“Diharapkan dengan bertambahnya sambungan gas rumah tangga di Jawa Timur. Khususnya di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan, memberi banyak manfaat bagi masyaraka,” harapnya.

Pembangunan jargas dilakukan di daerah yang memiliki sumber gas atau dekat dengan sumber gas. Pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga selain lebih menghemat subsidi LPG yaitu sekitar Rp 178 miliar per tahun atau jumlah impor LPG yang berkurang sekitar 25.500 ton per tahun.

Pemerintah menargetkan pada akhir tahun ini sudah terbangun aliran gas sebanyak 404.139 SR. Tahun 2019 ini, jargas dibangun di 16 lokasi yaitu Kabupaten Aceh Utara, Kota Dumai, Kota Jambi, Kota Palembang, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cirebon, Kota Lamongan, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Wajo. (http://esdm.go.id)

 

 

 

About redaksi

Check Also

Indonesia Ajak Malaysia Implementasikan Program Mandatori B30

Indonesia Ajak Malaysia Implementasikan Program Mandatori B30

JamanInfo.com – Kuala Lumpur (20/11), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia telah berhasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *