Gerkatin Dan Jaman Palembang Adakan Sosialisasi Pelatihan Bahasa Isyarat

by -234 views

*Gerakan Bahasa Isyarat Goes To Kampus Resmi Dilaunching. 

Jaman, Palembang (17/12) – Gerakan untuk kesejahteran Tuna Rungu (Gerkatin)  dan Jaringan kemandirian Nasional (Jaman) Kota Palembang bekerja sama dengan Pemprov Sumsel,  Bank BTN Cabang Palembang dan Fakultas Adab dan humaniora UIN Raden Fatah Palembang melaunching gerakan Bahasa isyarat Goes Kampus pada hari Sabtu (17/12) bertempat di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang. 

Dengan mengusung tema dengan bahasa isyarat kami setara. Kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian mereka atas kondisi terkini anak bangsa. Mereka berharap disabilitas tidak lagi menjadi warga kelas dua dinegara ini. Karena mereka juga adalah warga negara dan anak bangsa yang diperlukan andilnya dalam menyokong pembangunan negara.

Ketua pelaksana Wawan Setiawan menyatakan bahwa Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh semua orang untuk berinteraksi sosial satu dengan lainya tak terkecuali bagi penyandang tuli di Kota Palembang khususnya dan daerah-daerah lain seluruh Indonesia bahkan Dunia. 

“Acara ini diselenggarakan ditengah minimnya pelatihan dan sosialisasi bahasa isyarat maka diskriminasi bagi penyandang tuli terus terjadi. Hak – hak mereka yang meliputi hak pendidikan,  lapangan kerja dan pelayanan publik lainnya sering kali terkendala.”Jelasnya.

Sementara itu,  Branch Manager Bank BTN Cabang Palembang M.  Adrian Syahbandi A menjelaskan bahwa sangat mengapresiasi apa yang dilakukam relawan dan Gerkatin karna dengan kegiatan ini memberikan banyak manfaat khusunya bagi mahasiswa agar lebih mudah dalam memamahimi bahasa isyarat sehingga kedepan kegiatan harus terus dilanjutkan.

“Kita melihat potensi yang luar biasa dari jiwa anak anak ini maka dari itu kita harus terua memberikan ruang bagi mereka untuk bekarya” 

Belman Karmuda, Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan yang juga Pembina Jaman Kota Palembang dalam sambutannya mengatakan bahwa data tahun 2015 telah tercatat lebih dari 15.000 penyandang disabilitas tersebar di seluruh Sumsel. Namun diperkirakan sekitar 20 persen dari jumlah tersebut yang masih belum terdata karena kondisinya yang kebanyakan disembunyikan oleh keluarganya sendiri. Salah satunya adalah problem tuna rungu.

” Maka dari itu kedepan kami akan mengajak seluruh elemen untuk mulai mensoaialisasikan bahasa isyarat sebagai bahasa komunikasi kepada masyarakat umum agar kesenjangan dan diskriminasi tidak terjadi lagi.”, Jelas Belman.

Berdasarkan informasi, Rencananya kegiatan ini akan terus berlanjut dikampus – kampus negeri dan swasta di Palembang dan Sumatera Selatan.(Fuad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.