Sunday , June 26 2022
Home / Ekonomi / Gini Ratio 2015-2018 Menurun, BPS: Ada Perbaikan Pemerataan Pengeluaran di Indonesia

Gini Ratio 2015-2018 Menurun, BPS: Ada Perbaikan Pemerataan Pengeluaran di Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kondisi tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/7).

Berdasarkan laporan tersebut, BPS mencatatkan bahwa pada Maret 2018, Gini Ratio di Indonesia sebesar 0,389. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,391.

“Jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,393 turun sebesar 0,004 poin,” ungkap rilis BPS tersebut.

Sementara itu, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,401. Angka tersebut turun dibanding Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,404 dan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,407.

“Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,324, naik sebesar 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 dan September 2017 yang sebesar 0,320,” jelas keterangan BPS itu.

Pada Maret 2018, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,29 persen. “Artinya pengeluaran penduduk berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.”

Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,47 persen yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang.

“Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,15 persen, yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah,” jelas BPS.

Secara nasional, nilai Gini Ratio Indonesia selama periode 2010–September 2014 mengalami fluktuasi dan mulai Maret 2015 hingga Maret 2018 nilainya mulai menurun.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode Maret 2015–Maret 2018 terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di Indonesia,” tegas BPS.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2018 adalah sebesar 0,401 mengalami penurunan sebesar 0,003 poin dibanding September 2017 yang sebesar 0,404 dan menurun sebesar 0,006 poin dari Maret 2017 yang sebesar 0,407.

Untuk daerah perdesaan, Gini Ratio pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,324, naik 0,004 poin dibandingkan dengan kondisi September 2017 dan Maret 2017 yang sebesar 0,320.

 

Sumber: www.bps.go.id

Editor: Rahmawati Alfiyah

About redaksi

Check Also

RI Terapkan DMO Migor Usai Cabut Larangan Ekspor CPO

Jamaninfo.com, Ekonomi – Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ekspor minyak goreng dan minyak sawit mentah (CPO) akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.