Hari Pendidikan Nasional, Sekilas Sitnas, Respon Organisasi Dan Implikasi

by -268 views

Jaman, Nasional (3/5) – Saya Mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017 dan  menyampaikan sekilas situasi nasional, respon organisasi Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) dan implikasinya serta beberapa catatan : 

Situasi politik Tanah Air yg menyediakan ruang elektoral di berbagai daerah ( Pilkada ) pada tahun 2016, berbarengan situasi ekopol internasional yang berebutnya pengaruh kapitalisme internasional serta ekonomi dunia yang resesi, yang memaksa beberapa kekuatan kapitalisme internasional mencari jalan keluar dari krisis yang dihadapi dengan berbagai macam jalan keluar utk ekspansi pasar, kapital dan IT. Maka berbagai macam situasi politik yang terbuka ( seperti elektoral, krisis ekonomi dan politik) suatu negara terutama negara dunia miskin, berkembang dll ( negara dunia ketiga) memberikan potensi utk penetrasi, pengaruh dan lain2, yang salah satunya adalah Pilkada serentak di Indonesia. 
JAMAN DKI Jakarta sudah memutuskan untuk mendukung Badja ( Basuki Djarot) menjadi JAMAN Badja, begitupun seperti JAMAN-2 di daerah-daerah lainnya yang memutuskan blocking politik seperti JAMAN Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan yang akhirnya mengantarkan pembinanya menjadi wakil bupati terpilih. DPP JAMAN menginstrusikan kepada seluruh pengurus, kader dan anggota JAMAN untuk mendukung dan menyokong setiap keputusan daerah masing-masing.

Momentum Pilkada ternyata dimanfaatkan betul oleh seluruh kekuatan dalam upaya menancapkan pengaruh dan mengambil posisi politik kekuasaan dengan berbagai macam agitasi dan propaganda. 

Sebagai sebuah pembelajaran demokrasi , karena rakyat Indonesia sudah memilih jalan tersebut ( demokrasi ), setiap agitasi dan propaganda yang dipakai oleh kekuatan politik yang bertarung di Pilkada mempunyai konsekwensi politik ke depan bagi Bangsa dan Negara. 

JAMAN telah memilih untuk mengambil strategi dan taktik (stratak) politik dengan agitasi dan propaganda (agiprop) programatik untuk menuju arah yang bertujuan Nasionalisme dan Kemandirian Nasional. Sudah dapat dipastikan akan terjadi benturan-benturan yang cukup keras ketika rival politik mengambil agiprop yang bertolak belakang atas stratak JAMAN.

JAMAN sudah pasti menyadari konsekwensi politiknya dalam jangka pendek adalah menang ataupun kalah atas paslon ( jagoan ) yang didukungnya. Sehingga sudah pasti konskwensi itu akan dijaga begitupun konskwensi jangka menengah dan panjang yg merupakan akibat dari pertarungan di Pilkada tersebut. Sebagai catatan semua paslon dan pendukungnya dalam Pilkada mengambil berbagai pilihan-pilihan agiprop yang tidak sama , berbagai macam isue digelontorkan, terus ditelan langsung oleh masyarakat apalagi isue yang digelontorkan di DKI Jakarta sebagai pusat kekuasaan pasti resonansi dan pengaruhnya meluas hingga seluruh nusantara.

Bertambahnya struktur JAMAN sebagai sebuah efek dari Taktik perluasan struktur lewat posko-posko ini perlu dikonsolidasikan secara sistimatis , begitupun juga efek dari pertarungan pasti ada dampak2 kerusakan internal maupun eksternal ( Bangsa dan Negara) maka itu tugas JAMAN untuk membereskannya. Salah satunya adalah membangun kekuatan Pancasila yang terkena dampak serius dengan berbagai pukulan-pukulan isue-isue SARA dan lain lain.

JAMAN sudah menerima konsekwensi kemenangan di Muba dan kekalahan di DKI Jakarta tetapi tidak akan meninggalkan terus membangun kemandirian Bangsa dan Negara dengan dasar Negara Pancasila, konstitusi UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI
Terima kasih
Bogor, 2 Mei 2017
Iwan Dwi Laksono

Ketua Umun Jaringan Kemandirian Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *