Home Nasional Presiden Optimistis Target Sertifikasi Jutaan Lahan Dapat Diselesaikan

Presiden Optimistis Target Sertifikasi Jutaan Lahan Dapat Diselesaikan

54
0
SHARE
Sumber foto: https://jpp.go.id

Target jutaan sertifikat yang harus diterbitkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus meningkat setiap tahunnya. Sejak awal pencanangan, target penerbitan 5 juta sertifikat hak atas tanah rakyat telah ditetapkan dan terpenuhi. Untuk tahun ini, jumlah tersebut bertambah menjadi 7 juta sertifikat.

Di tahun 2019 mendatang, Presiden Joko Widodo sudah sejak lama berancang-ancang untuk menargetkan di angka 9 juta sertifikat. Meski terus bertambah, Presiden meyakini bahwa target tersebut mampu dicapai.

“Tahun depan 9 juta sertifikat harus keluar. Saya yakin Insya Allah bisa. Kita ini kalau sudah dikejar, diberi target, nyatanya juga bisa,” kata Presiden di Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/9).

Melihat banyaknya bidang tanah yang belum bersertifikat, yakni mencapai 80 juta bidang, menurut Presiden, target besar tersebut memang diperlukan. Selama ini, pemerintah hanya mampu menerbitkan 500 ribu hingga 600 ribu sertifikat tiap tahunnya. Tentu membutuhkan waktu yang sangat lama bila tidak segera dilakukan pembenahan.

“Setiap tahun kita ini hanya keluar sertifikat 500-600 ribu di seluruh Tanah Air. Saya hitung kalau setahun hanya 500 ribu, sementara masih kurang 80 juta, berarti Bapak/Ibu harus menunggu 160 tahun,” ucapnya.

Presiden mendatangi warga yang telah berkumpul di sekitar Stadion Pakansari. Dalam kesempatan itu, Presiden menyerahkan langsung 7.000 sertifikat hak atas tanah rakyat kepada warga Bogor. Sebanyak 4.000 sertifikat diberikan kepada warga Kota Bogor dan 3.000 sertifikat diserahkan untuk warga Kabupaten Bogor.

Sebagaimana biasanya, Presiden meminta warga untuk menunjukkan sertifikat yang telah diberikan. “Kenapa saya angkat tinggi-tinggi? Supaya saya yakin bahwa Bapak/Ibu semua sudah pegang yang namanya sertifikat di tangan,” ujarnya.

Dengan percepatan penerbitan sertifikat ini, Presiden berharap agar keluhan mengenai sengketa tanah yang sampai kepadanya akan jauh berkurang. Selain itu, Kepala Negara juga menyadari proses pembuatan sertifikat selama ini yang cukup berbelit bahkan dimintai pungutan.

Maka itu, selain memberikan target, dirinya juga memerintahkan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam hal pelayanan sertifikat. “Enggak ada lagi pungutan di sana sini. Saya tahu. Saya pernah jadi rakyat, saya pernah mengurus sertifikat. Jadi saya merasakan,” tuturnya.

 

Sumber: https://jpp.go.id

Editor: Eva Ulpiati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here