Bersama-sama Wujudkan Kemandirian Pangan, Energi dan Maritim

by -203 views

*Ketum Jaman : Wujudkan Nawacita Untuk Kesejahteraan Rakyat

Jaman, Palembang (7/1) – Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke I dengan mengangkat tema mewujudkan nawacita untuk kesejahteraan rakyat Indonesia di Hotel Best Skip Palembang, Sabtu (7/1).

Dalam rakerda tersebut hadir, Wakil Bupati Musirawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni, Plt Bupati Musi Banyuasin (Muba) non aktif, Beni Hernedi, Plt Kadinsos Sumsel, Belman Karmuda, Direktur PT CNG Hilir Raya, Hernoe Roesprijadji dan Siswanto dari Kemaritiman,  Deputi IV Staf Kepresidenan RI diwakili asisten Tatang serta Ketua Umum Jaman, Iwan Dwi Laksono.

Selain menyoroti persoalan energi minyak dan gas, para panelis juga membahas persoalan pangan dan pertanian di Sumsel.

Dalam acara pembukaan Rapat kerja daerah (Rakerda) Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) I di Palembang (7/1), Ketua Umum Jaman, Iwan Dwi Laksono menyampaikan dalam sambutannya bahwa sekarang adalah saatnya rakyat Indonesia bersama-sama menjalankan Nawacita dan Trilogi Kemandirian.

“Bersama-sama kita dapat mewujudkan Kemandirian Energi, Pangan dan Maritim, bangsa kita harus bisa dan mampu mengelola sendiri potensi-potensi tersebut”, Kata Iwan. 
Iwan Dwi Laksono juga mengungkapkan bahwa Kemandirian nasional merupakan keniscayaan atau syarat mutlak bagi proses pendirian bangsa. “Di indonesia kemandirian adalah cita-cita dalam melawan imperialisme. Sejak rezim Soeharto, banyak kebijakan yang menjauh dari prinsip kemandirian sehingga kami menamakan dan mendirikan JAMAN,” jelasnya saat memberikan kata sambutan pada pengukuhan.

Dijelaskan bahwa JAMAN akan bergerak bersama semua stake holder guna mewujudkan kesejahteraan dan demokrasi. “Kita harus merubah menjadi produktif karena selama ini cenderung konsumtif. Untuk mencapai itu negara harus hadir dan memenuhi kebutuhan primer dan sekunder masyarakat. JAMAN juga berupaya untuk menjadikan Sumsel sebagai pusat nusantara pada jamannya,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ketua Umum JAMAN, hal tersebut juga demi menjadikan Provinsi Sumsel menjadi sangat kaya dengan alamnya. “Dengan visi kemandirian seharusnya sebagal bentuk kekayaan alam negara ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Pembangunan infrastruktur seharusnya dibarengi dengan pembangunan ekonomi rakyat. Sesuai konsep berdikari Soekarno, yakni berdiri sama rata dengan bangsa lain,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD JAMAN Sumsel, Riko Saputra juga mengungkapkan, bahwa kesempurnaan dan keutuhan NKRI di Indonesia, khusunya Sumsel, menjadi harga mati yang harus diwujudkan. “NKRI harga mati, JAMAN harga diri,” ungkapnya dengan semangat.

Wakil Bupati Musirawas Utara, Devi Suhartoni dalam kesempatan itu memaparkan programnya sebagai wakil bupati dalam rangka mewujudkan nawacita kesejahteraan rakyat.

Dikatakan Devi Suhartoni, pemerintah kabupaten Musirawas Utara sebagai kabupaten baru alias daerah otonomi baru (DOB) memiliki program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sektor infrastruktur dasar seperti, jalan menjadi perhatian pihaknya. Dia akan terus berupaya memperbaiki akses jalan antar kecamatan agar mudah diakses dengan baik.

Jalan lintas yang berada di Kabupaten Musirawas Utara juga menjadi perhatian. Kini kata Devi Suhartoni persoalan jalan lintas yang rusak mulai dilakukan perbaikan.

Selain jalan, pemerintah Kabupaten Musirawas Utara juga fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Kalau dulu stigmanya Musirawas Utara itu rawan. Kini tidak lagi karena para begal tidak ada lagi. Masyarakat yang melintas jalan di Musirawas Utara juga sekarang ini aman- aman saja. Tidak perlu khawatir, kata Devi.

Sementara itu, Pengusaha sekaligus Direktur PT CNG Hilir Raya, Hernoe Rosprijadji lebih menyoroti persoalan energi minyak dan gas.

Dikatakan Hernoe, Indonesia kaya akan sumber daya alam energi minyak dan gas. Dalam catatannya kekayaan energi minyak Indonesia berada di urutan ke 27 di dunia.

Meski kaya, namun Indonesia masih mengimpor minyak dari luar. Penyebabnya belum maksimalnya eksplorasi minyak yang dilakukan bangsa Indonesia karena terkendala biaya yang besar dan waktu yang cukup lama.

Jika pun dieksploitasi diperkirakan energi minyak akan habis 10 tahun mendatang. Tapi untuk energi batubara dan gas masih 50 tahun kedepan, kata Hernoe.

Untuk itu, dia perlunya peran semua pihak untuk menggantikan sumber energi tersebut dengan sumber energi terbarukan air dan cahaya matahari.

Nah kader Jaman harus bisa membaca hal itu, Sumsel ini banyak gas, tapi tidak bisa menjual didaerahnya sendiri, Ujarnya.(red/rmol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.