Sunday , June 26 2022
Home / Ekonomi / Triwulan II 2018, Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat
Kredit foto: https://ekbis.sindonews.com

Triwulan II 2018, Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2018 tumbuh melambat. Bank Indonesia melaporkan bahwa ULN Indonesia pada akhir triwulan II 2018 tercatat sebesar 355,7 miliar dolar AS, terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 179,7 miliar dolar AS, serta utang swasta sebesar 176,0 miliar dolar AS.

ULN Indonesia pada akhir triwulan II 2018 tersebut tercatat tumbuh 5,5% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,9% (yoy).

“Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN baik di sektor pemerintah maupun sektor swasta,” sebut Bank Indonesia dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/8).

Menurut BI, ULN Pemerintah tumbuh melambat sejalan dengan pengelolaan fiskal Pemerintah yang resilient di tengah tekanan global dan strategi pembiayaan yang diupayakan untuk lebih mengoptimalkan sumber dari pasar domestik.

Posisi ULN Pemerintah pada akhir triwulan II 2018 turun dibandingkan posisi ULN pada akhir triwulan I 2018, karena adanya net pelunasan pinjaman dan SBN domestik yang dibeli kembali oleh investor domestik.

“Menguatnya dolar AS dan ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok turut memengaruhi fluktuasi di pasar SBN domestik,” tutur BI dalam rilis itu.

Namun, bunyi keterangan BI, pengelolaan fiskal oleh Pemerintah mampu meredam tekanan global tersebut. Di samping itu, Pemerintah menargetkan pemenuhan pembiayaan APBN lebih banyak bersumber dari pasar domestik.

“Dengan perkembangan tersebut, ULN Pemerintah pada akhir triwulan II 2018 tumbuh 6,1% (yoy), melambat dibandingkan triwulan I 2018 sebesar 11,6% (yoy) menjadi sebesar 176,5 miliar dolar AS, yang terbagi dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) milik non-residen sebesar 122,3 miliar dolar AS dan pinjaman dari kreditur asing sebesar 54,2 miliar dolar AS,” jelasnya.

ULN swasta tumbuh melambat terutama pada ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada triwulan II 2018 masing-masing tercatat sebesar 1,1% (yoy) dan 16,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2%, relatif sama dengan pangsa pada triwulan sebelumnya.

Struktur ULN total pada triwulan II 2018 tetap terkendali dalam level yang sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan II 2018 yang stabil di kisaran 34%.

“Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers,” tandas BI.

Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan II 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,6% dari total ULN.

“Bank Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas keterangan BI.

 

Sumber: www.bi.go.id

Editor: Eva Ulpiati

About redaksi

Check Also

RI Terapkan DMO Migor Usai Cabut Larangan Ekspor CPO

Jamaninfo.com, Ekonomi – Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ekspor minyak goreng dan minyak sawit mentah (CPO) akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.