Home Ekonomi Pemerintah Optimistis Tatap Perekonomian 2019

Pemerintah Optimistis Tatap Perekonomian 2019

36
0
SHARE
-

Pemerintah tetap optimis dalam menatap perekonomian Indonesia pada tahun 2019 ini. Namun, pemerintah juga tetap mengingatkan pentingnya tetap menjaga kewaspadaan di tengah gejolak situasi global yang dinamis.

“Optimisme Pemerintah ini antara lain berdasarkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 yang dinilai baik meskipun kondisi perekonomian dunia penuh dengan ketidakpastian dan berubah secara cepat dan dinamis,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati beberapa hari yang lalu di Jakarta.

Menurut Sri Mulyani, kinerja APBN 2018 menunjukkan momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup across the board kuat. Maka dari itu, Ia masih merasa  optimistis bahwa memasuki tahun 2019 momentum ini tetap terjaga meskipun sikap pemerintah tidak akan terlena dengan kemungkinan resiko.

“Jadi, kewaspadaan tetap tinggi namun optimisme itu landasannya ada yaitu pencapaian di 2018 yang menggambarkan momentum cukup tinggi,” tegasnya.

Ia merinci, beberapa indikator keberhasilan kinerja APBN tahun 2018 antara lain: 1. Pendapatan negara mencapai Rp 1.942,3 triliun atau 102,5% melebihi target dari UU APBN; 2. Total realisasi belanja negara Rp 2.202,2 triliun atau 99,2% dari target di UU APBN. Total realisasi belanja tersebut hampir mencapai 100%; dan 3. Defisit anggaran sebesar Rp 259,9 triliun (1,76% dari GDP) dan defisit keseimbangan primer hanya sebesar –Rp 1,8 triliun.

Defisit anggaran tersebut lebih rendah dibandingkan pada UU APBN 2018 sebesar Rp 325,9 triliun atau 2,19%. Bahkan jika dibandingkan tahun sebelumnya defisit anggaran menurun 2,51% menjadi 1,76% atau menurun sangat tajam.

Akibatnya, kesimbangan primer hanya sebesar Rp 1,8 triliun (0,01). Defisit anggaran dan defisit keseimbangan primer tersebut menurun tajam terkecil sejak 2012.

Sri Mulyani menambahkan, Pemerintah akan tetap menjaga momentum pencapaian APBN tahun 2018 dengan beberapa kebijakan strategis antara lain optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja negara, kebijakan pembangunan pro rakyat seperti menurunkan tingkat kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan serta pemberdayaan BUMN.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan optimismenya bahwa perekonomian Indonesia tahun 2019 akan lebih baik daripada tahun 2018.

“Insyaallah tahun 2019 ini perkiraan kami kinerja ekonomi kita akan lebih baik dari tahun 2018 dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan stabilitas ekonomi makro yang lebih terjaga,” kata dia.

Sumber: http://setkab.go.id

Editor: Puput KJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here