Tuesday , May 24 2022
Home / Energi / Fact Sheet : Peletakan Batu Pertama Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JBT)

Fact Sheet : Peletakan Batu Pertama Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JBT)

*Bojonegoro, 25 September 2017* 

1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, hari Senin (25/9), melakukan Peletakan Batu Pertama Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

2.  Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru adalah gabungan/unitisasi dari bagian Wilayah Kerja Cepu atau Blok Cepu serta Wilayah Kerja Pertamina EP. 

3. Dengan cadangan gas yang cukup besar, pembangunan, pengelolaan, dan pemanfaatan Lapangan Gas JTB  akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat terutama di Kabupaten Bojonegoro dan Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten Blora dan Provinsi Jawa Tengah.

4. Pengembangan lapangan JTB sempat mengalami kendala pada masa sebelumnya, karena tingginya biaya pengembangan lapangan yang menyebabkan harga gas tinggi sehingga tidak dapat dijangkau oleh pembeli akhir gas.

5. Beberapa keputusan penting terkait Lapangan Gas JTB telah dibuat, sehingga pengembangan lapangan gas dengan total cadangan 1,1 Trillion Cubic Feet (TCF), serta kemampuan pasok sales gas perhari sebesar 172 juta standar kaki kubik (MMSCFD) selama 16 tahun dapat dilaksanakan. 

6. Keputusan penting Lapangan gas dengan kemampuan produksi per hari mencapai 330 MMSCFD ini, antara lain:

• Realokasi gas JTB ke Pertamina;

• Efisiensi capex pengembangan lapangan dari sebelumnya US$ 2,1 miliar menjadi US$ 1,5 miliar, sehingga menyebabkan harga gas yang lebih terjangkau oleh pembeli akhir yaitu PLN sebesar US$ 7,6/MMBTU di pembangkit listrik PLN yang berlokasi di Gresik dan Tambak Lorok;

• Alih kelola lapangan dari Exxon Cepu kepada Pertamina EP Cepu sehingga Pertamina menguasai 90% participating interest dan 10% selebihnya dikuasai pemerintah daerah.

7. Proyek ini dibangun selama lebih kurang 4 tahun, diproyeksikan selesai pada awal tahun 2021 dan akan memberikan efek ganda terhadap perekonomian daerah khususnya dan nasional umumnya. Salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja yang mencapai 6000 orang pada masa konstruksi.

8. Sebagaimana diketahui, pada tanggal 8 Agustus 2017 lalu, PT PLN (Persero) dan PT Pertamina Gas telah menandatangani Heads of Agreement untuk pengaliran gas dengan volume pasokan gas 100 MMSCFD.

9. Pengaliran gas JTB untuk memenuhi kebutuhan gas bagi pusat pembangkit listrik Gresik (750 MW) dan pusat pembangkit listrik Tambak Lorok (600 MW). Kapasitas tersebut adalah kapasitas tambahan di masing2 pusat pembangkit  listrik. Saat ini total kapasitas pembangkit di Gresik mencapai 2218 MW dan  pembangkit di Tambak Lorok total kapasitas existing mencapai 933 MW (PLTU 481 MW dan PLTGU 452 MW).

10. Pengembangan lapangan gas JTB  ini menjadi bagian dari pengembangan energi yang terintegrasi antara pengembangan Blok Migas dengan pengembangan ketenagalistrikan dan pengembangan industri. Hal ini akan mendorong penggunaan energi yang lebih efektif dan efisien.

11. Kawasan industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah juga akan mendapat pasokan gas melalui pipa sepanjang 267 kilo meter (km) dari lapangan ini ke Bojonegoro, Cepu, Semarang, dan Gresik yang akan segera dibangun. 

12. Investasi pada proyek ini yaitu sebesar sebesar US$ 1,547 miliar untuk pengembangan lapangan dan US$ 515 juta untuk pembangunan pipa. Hal ini merupakan bukti bahwa investor masih berminat menanamkan investasinya di Indonesia. Investasi ini tentunya akan mendorong pengembangan perekonomian daerah dan nasional.(red)

About redaksi

Check Also

Kementerian ESDM Hibahkan Sumur Bor di Malang

Kementerian ESDM Hibahkan Sumur Bor di Malang

JamanInfo.com – Malang (17/10), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengalokasikan 50% lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published.