Home Nasional Kepala BNPB Minta Alat Deteksi Dini Tsunami Dijaga TNI

Kepala BNPB Minta Alat Deteksi Dini Tsunami Dijaga TNI

49
0
SHARE
Sumber foto: http://setkab.go.id

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengemukakan bahwa saat ini banyak alat deteksi dini (early warning system) tsunami yang tidak berfungsi.

“Sebagian hilang, kemudian ada yang hilangnya itu akinya, ada yang solar cell-nya hilang, sehingga walaupun alat itu secara fisik masih ada tetapi tidak berfungsi. Tadi saya laporkan kepada bapak Presiden bahwa kalau boleh, alat-alat deteksi ini dianggap tanda petik sebagai “objek vital nasional”, dan harus diamankan oleh unsur TNI,” kata Doni usai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/1) sore.

Doni menjelaskan bahwa jika alat tidak berfungsi, maka mata dan telinga masyarakat yang ada di kawasan pesisir pantai itu tidak mendapatkan informasi.

“Artinya, kalau terjadi sesuatu tsunami maka korbannya sangat banyak, yang bisa melampaui korban tsunami yang sebelumnya,” tandasnya.

Terkait “objek vital nasional”, Doni menegaskan bahwa jika alat deteksi dini tsunami tidak berfungsi dan tidak ada yang mengamankan, maka sebanyak apapun alat yang digelar akan hilang dan rusak, baik karena faktor alam atau ulah manusia.  

“Nah tadi, Bapak Presiden sudah menugaskan Panglima TNI agar mengeluarkan surat perintah agar alat-alat ini dijaga oleh unsur TNI,” jelasnya.

Menurut Doni, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan agar memasang tanda-tanda peringatan di seluruh kawasan yang rawan bencana.

“Nah bencana disini yang sudah disampaikan oleh para pakar, yang berhubungan dengan tsunami ada 2 tempat. Yang pertama adalah megathrust dari Selat Sunda itu sendiri sampai dengan kawasan bagian timur selatan dari Pulau Jawa. Kemudian yang kedua adalah kawasan megathrust yang ada di bagian barat Pulau Sumatra, termasuk juga sejumlah patahan yang ada di Pulau Jawa yang relatif penduduknya sangat padat,” terangnya.

BNPB juga mencoba bekerja sama bersama para pakar untuk menemukan lokasi yang eksak dan lokasi yang pasti. Tentu, BNPB juga harus berkerja sama dengan pemerintah provinsi kabupaten/kota untuk bersama-sama memberikan tanda peringatan tersebut.

Doni menegaskan, tidak ada niat sedikitpun untuk menimbulkan kekhawatiran, tetapi semata-mata untuk menyampaikan kepada semua masyarakat saat ini berada dan hidup di atas cincin api dan di atas patahan lempeng yang setiap saat bisa saja terjadi gempa bumi dan juga tsunami.

Mengenai alat deteksi dini, Doni menuturkan bahwa alat yang sudah ada yang bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara beberapa tempat yang belum terpasang diusulkan akan dipasang berdasarkan data yang dimiliki oleh para pakar.

“Kami sangat berharap ini akan segera berproses, tadi hasil rapat maksimal tiga bulan sudah tergelar alat-alat itu,” tuturnya.

Sumber: http://setkab.go.id

Editor: Eva Ulpiati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here